Rute/Jalan Pemaparan (Routes of Exposure)

Ada 2 bagian penting sebenarnya dari pemaparan suatu zat kimia, yaitu pemaparan itu sendiri dan proses absorpsi. Mengapa ada 2 bagian yang berbeda, karena tidak semua senyawa yang mana kita terpapar olehnya dapat masuk ke tubuh, karena substansi tersebut belum tentu dapat terabsorpsi oleh tubuh. Lain halnya jika substansi tersebut terabsorpsi karena sifat-sifatnya, maka substansi tersebut akan masuk ke siklus distribusi, metabolisme dan eliminasi serta perkembangan sifat-sifat toksiknya.

3 rute utama adalah lewat kulit, penghirupan (inhalation), dan pencernaan (ingestion). Substansi tersebut bisa masuk dan terabsorpsi tergantung pada sifat zat itu. Struktur sel kita memiliki membran plasma yang mengatur absorpsi. Ia terdiri dari 75% phospholipid, 20% protein, dan 5% karbohidrat.

Faktor2 substansi supaya bisa menerobos membran plasma kita:
1. Ukuran molekul substansi dibanding dengan jarak antar molekul membran plasma kita.
2. Larut dalam lemak, membran plasma kita sebagian besar penyusunnya adalah lemak. Jadi, substansi yang larut dalam lemak macam ethanol atau xylene (thinner) dengan mudah bisa terabsorpsi ke dalam sel tubuh kita.
3. Muatan elektris dari substansinya. Kalau permukaan membran plasma kita bermuatan positif, maka substansi yang bermuatan negatif akan mudah masuk ke dalam membran plasma
4. Molekul carrier (pembawa molekul). Di dalam membran plasma kita, itu ada semacam protein yang dapat menarik dan transport substansi menerobos membran, tidak terpengaruh oleh ukurannya, kelarutan dalam lemak dan muatannya.

Mekanisme sebuah substansi bisa menerobos membran plasma kita bisa dibagi dua, transport aktif dan transport pasif. Transport pasif meliputi, konsentrasi gradien (gradient concentration), difusi, osmosis serta difusi terfasiliasi (facilitated diffusion). Transport aktif melibatkan penggunaan energi untuk memasukkan sebuah substansi ke dalam sel kita, bisa lewat phagocytosis dan pinocytosis.

Difusi, perpindahan substansi dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah, contohnya perpindahan oksigen dari paru-paru ke darah, perpindahan karbon dioksida dari darah ke paru-paru. Karbon monoksida dan diethyl ether yang masuk dari paru-paru ke darah, juga akibat difusi. Phagocytosis digunkan oleh darah putih kita untuk menghilangkan dan menghancurkan substansi berbahaya macam asbestos dan silica yang dapat masuk ke sistem pernafasan.

This entry was posted on Sunday, February 25th, 2007 at 9:10 pm and is filed under Environmental Toxicology: Diary and Notes. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

 

Related Posts

Absorption

The absorption occurs depend on the substance. There are substances that are not readily absorped by our skin. Therefore it is important to know what substance that can be absorped by cells. Several f...

Outline for Environmental Toxicology

Being a while far from this site. Now I am able to get back with the outline of Environmental Toxicology which will be covered on this site. Introduction to Toxicology This will cover historical i...

Epidemiology: Retrospective vs Prospective

Dalam sebuah uji epidemiology, dikenal dua tipe uji, yaitu retrospektif dan prospektif. Secara sederhana, epidemiology retrospektif melihat ke belakang, peristiwa masa lalu. Epidemiologi prospektif me...

Dose-Response Relationship

What is dose response relationship? What is the purpose of dose response relationship? What are the methods to determine dose response relationship? What does it has something to do with acute and ...

Studi Epidemiologi (Epidemiology study)

Seperti telah dijelaskan di post sebelumnya tentang deskripsi sederhana dan perbedaan antara studi epidemiologi dan toksikologi, keduanya memiliki persamaan yaitu sama-sama mencari faktor etiologis (p...

Be the first to leave a comment.

Leave a Reply

eXTReMe Tracker